Jumat, 24 Juni 2016

Liciknya Kamu

Mengapa kau berubah menjadi orang yang sangat kejam?

Dengan tega kau hantam berkali-kali tubuhku yang sudah sangat tabah mencintaimu.

Kau simpan DIA di balik kemesraan kita.
Kau jadikan DIA  alasan penenang saat masalah datang kepada kita.

Tak kusangka kau setega itu.
Tak kusangka juga kau bisa selicik itu dalam perihal cinta.

Apakah semua yang kuperjuangkan tak begitu berarti dimatamu?
Kau hancurkan semua perasaan yang sudah kujaga dengan rapi.

Dan lucunya, Ia masa lalumu.
Tak pernah kulupa kau katakan bahwa sedikitpun perasaan mu tak mungkin terbagi,
Apalagi untuk masa lalumu.

Aku pikir cinta perihal bahagia bersama.
Sayangnya, cinta menurutmu tidak begitu.

Cinta memang membutakan segalanya.
Mau tidak mau kuterima saja pedihnya.
Kutelan saja pahitnya.

Semoga lukaku yang mungkin akan pulih dalam waktu yang sangat lama ini, tak menyerangmu suatu hari.

Kamu sudah menjadi pisau yang menikam tubuh ku tanpa ampun.

Terima Kasih, Kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar